Sabtu, 27 April 2013

Kelebihan Membesarkan Hari Maulid Nabi SAW

Posted by Alfan Ananta on 19.50



Pada zaman Khalifah Abdul Malik bin Marwan ada seorang pemuda di negeri Syam yang suka bermain dengan menunggang kuda. Pada suatu hari, sedang ia menunggang kudanya dengan laju melalui hadapan pintu Gedung Khalifah tiba-tiba ia menabrak salah seorang anak Khalifah yang kebetulan ada di situ, lalu anak itu mati. Berita itu telah sampai kepada Khalifah, dengan segera Khalifah memerintahkan agar pemuda itu menghadapnya. Apabila pemuda itu telah dekat kepada Khalifah, berniatlah ia dalam hatinya (bernazar) bahawa sekiranya Allah melepaskan dia daripada hukuman, dia akan mengadakan jamuan yang besar dan ia akan meminta dibacakan Maulid Nabi SAW (Maulid – yaitu kelahiran) di dalam majelis jamuan itu.
Apabila pemuda itu berada di hadapan Khalifah dan Khalifah pun memandang kepadanya, tiba-tiba baginda tertawa. Padahal baru sebentar tadi baginda telah berasa sangat murka. Khalifah merasa heran mengapa ia dapat menjadi seperti itu, lalu baginda bertanya kepada pemuda itu, “Apakah engkau pandai ilmu sihir?”
Jawab pemuda itu, “Demi Allah, tidak sekali-kali wahai Amirul Mukminin.”
Berkata Khalifah: “Baiklah, aku ampunkan engkau. Tetapi katakanlah kepada aku apakah rahasia engkau?”
Pemuda itu pun berkata, “Aku telah berniat di dalam hatiku, sekiranya Allah melepaskan aku daripada angkara yang sangat berat ini, aku akan mengadakan satu jamuan Maulid Nabi SAW.”
Baginda berkata, “Tadi aku sudah ampunkan engkau dan sekarang ambillah pula seribu dinar untuk perbelanjaan Maulid Nabi SAW itu dan engkau lepaslah daripada sebarang balasan karena membunuh anakku itu.”
Telah selamatlah pemuda itu daripada balasan kerana membunuh dan telah menerima pula seribu dinar. Ini semuanya adalah berkat niatnya untuk mengadakan Maulid Nabi SAW.




Maulid Nabi Muhammad SAW kadang-kadang Maulid Nabi atau Maulud saja (bahasa Arab: مولد النبي‎, mawlid an-nabī), adalah peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW, yang di Indonesia perayaannya jatuh pada setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam penanggalan Hijriyah. Kata maulid ataumilad dalam bahasa Arab berarti hari lahir. Perayaan Maulid Nabi merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Islam jauh setelah Nabi Muhammad wafat. Secara subtansi, peringatan ini adalah ekspresi kegembiraan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad.

[sunting]Sejarah

Perayaan Maulid Nabi diperkirakan pertama kali diperkenalkan oleh Abu Said al-Qakburi, seorang gubernur Irbil, di Irak pada masa pemerintahan Sultan Salahuddin Al-Ayyubi (1138-1193). Adapula yang berpendapat bahwa idenya justru berasal dari Sultan Salahuddin sendiri. Tujuannya adalah untuk membangkitkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, serta meningkatkan semangat juang kaum muslimin saat itu, yang sedang terlibat dalam Perang Salib melawan pasukan Kristen Eropa dalam upaya memperebutkan kota Yerusalem dan sekitarnya.

[sunting]Perayaan di Indonesia

Masyarakat muslim di Indonesia umumnya menyambut Maulid Nabi dengan mengadakan perayaan-perayaan keagamaan seperti pembacaan shalawat nabi, pembacaan syair Barzanji dan pengajian. Menurut penanggalan Jawa bulan Rabiul Awal disebut bulan Mulud, dan acara Muludan juga dirayakan dengan perayaan dan permainan gamelan Sekaten.

[sunting]Perayaan di luar negeri

Perayaan Maulid di India.
Sebagian masyarakat muslim Sunni dan Syiah di dunia merayakan Maulid Nabi. Muslim Sunni merayakannya pada tanggal 12 Rabiul Awal sedangkan muslim Syiah merayakannya pada tanggal 17 Rabiul Awal, yang juga bertepatan dengan ulang tahun Imam Syiah yang keenam, yaitu Imam Ja'far ash-Shadiq.
Maulid dirayakan pada banyak negara dengan penduduk mayoritas Muslim di dunia, serta di negara-negara lain di mana masyarakat Muslim banyak membentuk komunitas, contohnya antara lain di India,Britania, Rusia[1] dan Kanada.[2] [3] [4] [5] [6][7] [8] [9][10] Arab Saudiadalah satu-satunya negara dengan penduduk mayoritas Muslim yang tidak menjadikan Maulid sebagai hari libur resmi.[11] Partisipasi dalam ritual perayaan hari besar Islam ini umumnya dipandang sebagai ekspresi dari rasa keimanan dan kebangkitan keberagamaan bagi para penganutnya.[12]
Perkiraan tanggal Maulid, 2010-2013* [13]
Tahun Masehi
12 Rabiul Awal (Sunni)
17 Rabiul Awal (Syiah)
2010
26 Februari
3 Maret
2011
15 Februari
20 Februari
2012
5 Februari
10 Februari
2013
25 Januari
30 Januari
* Semua tanggal adalah perkiraan, karena tanggal aktual dapat berbeda sesuai dengan penetapan awal bulan (kalender) berdasarkan pengamatan fisik terhadap rembulan (benda astronomi).

[sunting]Perbedaan pendapat

Artikel utama untuk bagian ini adalah: Kontroversi peringatan Maulid Nabi
Terdapat beberapa kaum ulama yang berpaham Salafi dan Wahhabi yang tidak merayakannya karena menganggap perayaan Maulid Nabi merupakan sebuah bid'ah, yaitu kegiatan yang bukan merupakan ajaran Nabi Muhammad SAW. Mereka berpendapat bahwa kaum muslim yang merayakannya keliru dalam menafsirkannya sehingga keluar dari esensi kegiatannya. Namun demikian, terdapat pula ulama yang berpendapat bahwa peringatan Maulid Nabi bukanlah hal bid'ah, karena merupakan pengungkapan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW.


0 comments:

Posting Komentar