Posted by : Alfan Ananta Rabu, 15 Mei 2013


Asal mustaq di ambil dari pecahnya sesuatu (pecahan kalimat) artinya asal tercetaknya kalimat itu di ambil dari kalimat lain.
Secara istilah yaitu pengambilan kalimat dari kalimat lain dengan syarat tercetaknya antara dua kalimat yang di bangsakandi dalam lafad dan makna serta runtutnya huruf bersamaan dengan berubahnya sighot. Seperti pengambilan lafad “اكتب من يكتب ” dan ini di ambil dari lafad “كتب “ dan ini di ambil dari “الكتابة “.
Dan definisi ini adalah definisi dari mustaq shogir, yang di bahas yaitu masalah ilmu tasrif, maka dalam definisi ini ada dua macam mustaq, yaitu:
1. Adanya mustaq di antara dua kalimat yang di bangsakan di dalam lafad dan makna bukan runtutnya huruf. Seperti: جذب و جبذ mustaq semacam inidi namakan mustaq kabir.
2. Adanya mustaq dia antara dua kalimat yang di bangsakan dalam makhorijul huruf.
Seperti: نهق و نعق yang ke dua ini di namakan mustaq akbar.
Mustaq ini ada yang dari fiil amar di ambil dari fiil mudore’,mudore; dari madhi, dan madhi dari masdar.
Masdar “ مصدر“ asalnya adalah shodaro “ صدر“ , dan setiap lafad yang di cetak itu asalnya adalah dari beberapa kalimat fiil dan sifat yang keduanya di serupakan, yaitu isim zaman, isim makan, isim alat, dan masdar mim.
Masdar itu asalnya mustaq, perkara tersebut sesungguhnya adalah masdar ghoiru mim adakalanya masdar mim mustaq dari fiil mudore’. Seperti yang di ketahui di dalam pembahasan masdar.

اشتقاق الماضى
Fiil madhi di ambil dari isim masdar berdasarkan atas wazan-wazan yang berbeda-beda. Seperti: كتب، أكرم، انطلق، استرشد

اشتقاق المضارع
Fiil mudore’ di ambil dari fiil madhi dengan menambah huruf mudhoro’ah di awalnya. Huruf mudoro’ah ada 4 yaitu: hamzah, ta’, nun, dan ya’. Contoh:اذهب، تذهب، نذهب، يذهب

Hamzah menunjukan arti mutakallim, seperti: أكتب
Ta’ menunjukan arti mukhotob dan mukhotobah satu untuk ghoibah dan 2 untuk ghoib, seperti:
تكتب، تكتبين، تكتبان، تكتبون، تكتبن، تكتب، تكتبان
Nun menunjukan kumpulnya mutakallimin, dan bagi mutakallim satu untuk mengagungkan diri sendiri, seperti: نكتب
Ya’ menunjukan arti ghoib satu, ghoib dua, ghoib banyak, ghoibat (perempuan banyak), seperti: يكتب، يكتبان، يكتبون، يكتبن
Apabila fiil madhi terdiri dari tiga huruf, maka mudore’nya di baca sukun pada awalnya, setelah kemasukan huruf mudoro’ah. Seperti:سأل=> يسأل، أخذ=>يؤخذ، كرم=> يكرم
Apabila fiil madhinya itu terdiri dari 4 huruf atau lebih, maka hamzah za’idahnya di buang dan di kasroh lafad yang sebelum akhir. Seperti:
اكرم=> يكرم ، انطلق=> ينطلق ، استغفر=> يستغفر
Jika di awalnya fiil madi itu adalah ta’ za’idah maka tetap tidak berubah. Seperti:
تكلم => يتكلم ، تقابل => يتقابل
Dan jika di awalnya tidak terdapat huruf ta’ dan hamzah za’idah, maka huruf sebelum akhir di baca kasroh. Seperti: تكلم=> يتكلم، بايع=> يبايع
Huruf mudoro’ah ada yang di baca fathah seperti: يعلم، تجتهد، تستغفر
Kecuali ketika adanya fiil tersebut empat hurufnya, maka huruf mudoro’ahnya di baca dhomah seperti: يكرم، يعظم

اشتقاق الأمر
Fiil amar di ambil dari fiil mudore’ dengan membuang huruf mudoro’ahnya, apabila lafad sesudahnya berharokat maka keadaanya tetap seperti: يتعلم => تعلم
Dan ketika sukun maka di tambahkan hamzah pada tempatnya huruf mudoro’ah seperti:
يكتب=>اكتب، يكرم=>اكرم، ينطلق=>انطلق
Hamzah amar yaitu hamzah washol maksuroh seprti: اعلم، انطلق، استقبل
Kecuali kalau fiil madhi berupa empat hurufnya, maka hamzahnya adalah hamzah khoto’ fathah seperti: اكرم، احسن، اعطى

Atau berupa fiil madhi yang tiga hurufnya dan mudoro’ahnya ikut wazan “يفعل “ (madmumul ‘ain) maka menggunakan hamzah washol dhomah seperti:
اكتب، انصر، ادخل mudhore’nya: يكتب، ينصر، يدخل

همزةالوصل
Hamzah za’idah yang bertempat di awal kalimat yang mana di datangkanya hamzah washol itu karena kusus sebagai ibtida’ yang sakinah (sukun) di sebut hamzah washol seperti: اكتب، استغفر، انطلق، اجتمع
Hukumnya hamzh washol itu di lafadkan dan di tulis ketika di awal kalimat, akan tetapi jika di tengah kalimat maka hanya ditulis saja tanpa di lafadkan.

تصريف الأسماء
JAMID DAN MUSTAQ
Isim di bagi menjadi 2 yaitu:
1. Isim jamid yaitu isim yang tidak diambil dari fiil seperti: حجر، سقف، درهم
Jamid juga ada yang keluar dari af’al tsulasi mujarrod ghoiru mimmiyah
seperti: علم، قراءة
2. Isim mustaq lafad yang di ambil dari fiil seperti: عالم، متعلم، مجتمع، صعب

Isim-isim yang mustaq dari fiil ada sepuluh macam yaitu:
Isim fail, isim maf’ul, isim sifat mushabihat, isim fail mubalaghoh, isim tafdhil, isim zaman, isim makan,mashdar mim, masdar fiil fauqo tsulasi mujarod, dan isim alat.
Wazan-wazanya sebagai berikut:
فَعل، فعل، فعل، فعل، فعل، فعل، فعل، فعل، فعل، فعل، فعل، فعل
Ke 12 wazan tersebut berlaku kecuali “فعل “ dan “فعل “. Wazan “فعل “ di muhmalkan ( tidak berlaku), karena perpindahan dari kasroh ke dhommah itu oleh orang arab di anggap berat. Dan wazan “فعل “ sedikit berlakunya karena wazan ini di maksudkan untuk di kususkan sebagai wazan dari fiil madhi yang mabni majhul.

NO WAZAN MAUZUN BERUPA ISIM MAUZUN BERUPA SHIFAT
1 فعل فلس (uang) سهل (yang mudah)
2 فعل فرس (kuda) بطل (pahlawan)
3 فعل كبد (hati) حذر (yang kuat)
4 فعل رجل (orang lk) يقظ (yang waspada)
5 فعل عدل (karung) نكس (yang hina)
6 فعل عنب (anggur) ري (yang menyegarkan)
7 فعل ابل (unta) إبد (yang melahirkan)
8 فعل قفل (gembok) حلو (yang manis)
9 فعل صرد(burung shurod) حطم (yang kejam)
10 فعل عنق(leher) حنب (yang junub)

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Welcome to My Blog

Popular Post

- Copyright © 2013 Kim Alfananta -Dark Amaterasu Template -