Rabu, 24 April 2013

MISTERI DANAU CINTA

Posted by Alfan Ananta on 16.56


Mendengarkan lagu sambil duduk di tepi danau Cinta membuat perasaan yang tadinya sedih tiba-tiba berubah menjadi perasaan yang bahagia. Kenapa bisa begitu? Banyak orang tidak bisa menafsirkan apa penyebab hal itu terjadi, karena setelah merasakan pengalaman yang sama sebagian besar dari mereka tidak bisa menjelaskan kenapa karena mereka hanya merasakan perasaan yang bahagia.
            Cerita ini telah tersebar hampir keseluruh desa yang membuat para warga penasaran dan resah, dan akhirnya memutuskan untuk mendatangi dana Cinta tersebut. Namun, bukan kebahagiaan yang didapat melainkan kematian yang mengerikan. Sekali lagi kenapa bisa begitu? Jawabannya pun tetap, belum ada yang tahu secara pasti. Kisah ini pun membuta semua warga menjadi takut dan tidak berani untuk mendatangi danau tersebut. Dan para orang tua melarang anak-anak mereka untuk pergi ke danau itu.
            Cerita ini pun sampai ketelingaku dan membuat aku sangat penasaran untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Aku pun bertekad untuk pergi dan menyelidiki apa yang sebenarnya terdapat  di danau Cinta tersebut, danau yang telah memberikan kebahagiaan kepada semua orang  yang sedih, namun memakan nyawa yang begitu banyak secara tiba-tiba. Rasa penasaran pun terus-menerus menghantui pikiranku seakan tidak sabar untuk cepat-cepat pergi ke tempat tersebut.
            Ayam berkokok dengan merdunya dan matahari pagi pun mengeluarkan cahaya yang sangat menyegarkan, yang memberikan semangat untuk menjalani hidup yang lebih baik lagi. Semua keperluan pun telah aku siapkan untuk penyelidikan selama berada di Desa Putri Malu nanti. Aku pun berangkat menuju tempat tujuan menggunakan mobil dan akau hanya pergi sendirian tanpa ditemani orang lain karena sebelumnya aku mendapat mimpi bahwa aku ahrus pergi ke danau tersebut seorang diri. Rasa takut sempat menghampiri namun aku tidak terlalu mencemaskan hal tersebut.
            Jam pun menujukkan pukul 4 sore dan setelah aku keluar dari mobil, tiba-tiba aku melihat danau yang sangat indah, airnya bersih, bunga-bunganya indah dilihat mata dan ada satu yang sangat membuat aku tertarik yaitu sebuah tempat duduk yang dikelilingi oleh bunga mawar berwarna ungu dan yang paling aneh lagi adalah cuman ada satu tempat duduk di danau tersebut tidak ada lagi yang lainnya. Aku pun merasa bahwa aku pernah melihat dan duduk di tempat duduk yang indah tersebut, tapi kapan aku tidak ingat. “Hey mas…hey mas, ini sudah sore sebaiknya mas pergi saja bahaya disini” (seorang pemuda menegurku). Aku pun kaget dan langsung menoleh, dan tanpa piker panjang aku pun meninggalkan tempat itu dan mencari tempat untuk menginap.
            Aku masih mengingat kata-kata pemuda tadi yang melarangku untuk tinggal lebih lama di danau tersebut dan yang paling aku ingat dari kata-katanya adalah bahwa tempat itu berbahaya. Kenapa berbahaya? Bukankah tempat itu sangat indah dan menyejukkan. Inilah yang sampai saat ini aku bingungkan dan herankan. Menyiapkan semua peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan penelitian terhadap misteri Danau Cinta tersebut. Mencari tahu apa yang  terjadi yang sebenarnya terhadap danau itu merupakan prioritas pertama yang harus aku selesaikan.
            Pagi-pagi sekali aku berangkat ke danau itu dan yang aku herankan bahwa banyak sekali orang yang mengunjungi danau itu, banyak sekali yang memancing dan keluarga yang sedang bersantai ria. Aku pun menghampiri mereka dan bertanya: “permisi bu’, kok di sini ramai sekali ya bu’, ada apa ea? “kita di sini sedang piknik mas” (jawab ibu yang aku tanya). Aku pun bertanya lagi “kenapa pada sore hari sepi sekali di sini bu’”, “itu karena…..”, “ayo bu’ kita pergi sekarang” (tiba-tiba suara keras terdengar). Aku pun sedikit kaget akan hal itu. Aku kembali terdiam dan merenung akan apa yang aku alami hari ini sambil duduk di kursi kosong yang  kemarin aku lihat.
            Memperhatikan sekelilingku, ternyata semua mata tertuju kepadaku. Kenapa mereka menanatapku? Aku pun tidak tahu kenapa. Aku pun tertidur karena suasananya yang sangat menyejukkan. “Hey…tunggu, kamu siapa?” (aku memanggil seorang wanita yang sedang berjalan menuju sebuah pohon besar dekat danau). Namun, dia tidak berhenti maupun menoleh sedikit pun, dia terus berjalan tanpa henti. Aku pun mengejar wanita itu dan ketika aku sampai ke pohon tersebut tiba-tiba wanita itu menghilang dan aku pun bangun dari tidur. “ternyata ini hanya mimpi, tapi kenapa rasanya seperti kenyataan ea….” (fikirku dalam hati).
            Mengingat kejadian yang aku alami tadi pagi membuat aku bertanya-tanya, kenapa para warga seakan-akan mereka menyembunyikan sesuatu yang mereka tidak ingin orang lain mengetahuinya. Dan aku pun massih penasaran dengan mimpiku yang melihat seorang gadis berpakaian serba ungu yang sangat cantik, meskipun hanya melihatnya dari belakang. Aku tidak begitu mengerti apa arti dari mimpiku tersebut, namun aku bisa kembali kesana untuk mencari jawabannya. Seperti kata pemuda tempo hari bahwa pada sore atau malam hari, tempat itu katanya berbahaya dan tidak ada seorang pun di sana, ini membuat aku untuk pergi kesana untuk menyelidikinya.
            Pada saat itu jam menunjukkan pukul 8 malam. Malam itu sangat dingin dan begitu sunyi, hanya terdengar suara jangkrik dan angin malam yang berhembus seakan menusuk tulang. Ada perasaan takut yang menghinggapi, namun aku harus melawannya karena untuk mendapatkan jawaban dari apa yang aku cari. Hal itu terjadi lagi, tempat yang indah, cahaya yang begitu terang, bunga-bunga yang menebarkan harumnya dan yang paling aku ingat adalah sebuah bangku kosong yang dikelilingi oleh bunga-bunga yang cantik, namun, ada yang aneh pada saat itu, aku melihat sesosok wanita berpakaian serba ungu yang sedang duduk sendiri di bangku itu, aku berfikir apakah dia yang ada dalam mimpiku kemarin? Aku kemudian memberanikan diri untuk mendekati wanita tersebut dengan tujuan agar bisa berbicara dengannya, namun setelah aku mendekat, tiba-tiba wanita itu menghilang entah kemana. Rasa kaget dan takut selalu menyertaiku tentunya, karena sesuatu yang aneh terjadi di depan mataku secara langsung.
            “kemana wanita itu menghilang?” (tanyaku dalam hati). Aku mencoba untuk mencari wanita itu di sekitar danau, akan tetapi hasilnya nihil, padahal aku ingin sekali berbicra dengan wanita itu. Aku pun sempat berfikir kalau wanita itu adalah penunggu danau Cinta ini. Tapi apakah ia sosok yang selama ini membuat para warga ketakutan adalah seorang wanita, hal ini tidak mungkin. “Baiklah……sebaiknya aku pulang dan kembali kesini besok sore” (berbicara pada diri sendiri).
            “Kring….kring…kring…..” (dering handphoneku). “Hallo!!!” (jawabku). “tolong aku mas…..tolong aku…!!! (suara seorang gadis yang sedang merintih). “Ini siapa ea???”, “hallo…hallo…hallo….” (panggilan terputus secara tiba-tiba). “Siapa gadis tadi yang sedang minta tolong padaku?” (rasa penasaran yang besar). Resah, pusing dan tidak tahu harus berbuat apa, aku tidak tahu siapa yang baru saja menelponku. Aku tiba-tiba teringat pada gadis bergaun ungu di danau Cinta tadi, “apakah dia yang baru saja menelponku? Ini mustahil, pasti bukan dia” (fikirku). Aku merasa sangat lelah dan ingin sekali beristirahat.
            “Kamu siapa?” (Tanyaku), “aku adalah penunggu danau Cinta ini dan aku sedang menunggu kamu.” (jawabnya), “menungguku…memangnya apa yang kau inginkan dariku?” (pertanyaanku seraya merasa penasaran terhadap ucapannya). Belum dia menjawab pertanyaanku, dia tiba-tiba menghilang begitu saja. Aku pun terbangun dan lagi-lagi ini hanya sebuah mimpi, akan tetapi mimpi ini seperti ingin menunjukkan sesuatu kepadaku akan apa yang sebenarnya terjadi. “aku harus kembali ke danau itu besok sore untuk menemukan jawabannya” (kataku dalam hati).
            Rasa penasaran yang terus memenuhi kepalaku membuat aku tak sabaran untuk pergi ke danau itu, namun jika aku pergi pada pagi atau siang hari aku tidak akan menemukan apa-apa di sana. Angin berhembus memberikan kesejukan yang sangat berbeda dibandingkan hari-hari yang lainnya, aku tidak tahu pasti kenapa namun itu bukan apa-apa dan yang penting aku harus bisa menemukan wanita itu. Seperti biasanya, danau itu sangat cantik dan indah, dan yang paling membuatku terkagum-kagum adalah bangku yang dikelilingi oleh bunga-bunga yang cantik dan harum. Pandanganku terus terarah kepada sosok bangku yang indah itu, dan tiba-tiba seorang gadis bergaun ungu muncul sedag duduk di bangku tersebut, “itu wanita yang ada dalam mimpiku” (ucapanku tegas), dan dengan tiba-tiba pula wanita itu menoleh kearahku dan berbicara: “terima kasih karena kau telah datang kesini untuk menemuiku” (ucapnya padaku), “siapa sebenarnya dirimu dan kenapa kau sepertinya sangat mengenalku?” (bertanya dengan penasaran), “kamu adalah renkarnasi dari seseorang yang sangat aku cintai, seseorang yang sangat berarti dalam hidupku. Namun, dia meninggal dibunuh di danau ini dan pada saat itu pula aku berjanji untuk menunggu danau ini dengan tujuan tidak ada satu orang pun yang mengotori danau ini. Dan pada akhirnya aku meninggal disini.” (ceritanya padaku). “Lalu bagaimana dengan orang-orang yang meninggal dunia disini, apakah itu semua karena perbuatanmu?” (tanyaku penasaran), “itu bukanlah gara-gara aku, itu semua karena mereka yang telah putus asa dan menceburkan diri ke dalam danau ini karena diputuskan pacar mereka dan dengan alasannya yang lainnya.”
            Pada akhirnya semua cerita yang beredar selama ini tentang issu misteri danau Cinta hanyalah kebohongan semata, bukan cerita dari mulut-kemulutlah yang benar namun itu hanya kesalahpahaman semata. Dan setelah mendengar cerita dari wanita bergaun ungu tersebut dan aku pun menceritakan hal itu kepada semua warga, dan para warga pun tidak merasa takut lagi untuk mendatangi danau Cinta asalkan mereka mau untuk menjaga kebersihan danau tersebut dan tidak melakukan hal-hal yang negatif. Desa itu pun menjadi desa yang damai dan tentram untuk selama-lamanya.

0 comments:

Posting Komentar